Memilih Format Ikon Infografis

Memilih format ikon infografis. Seperti yang kita ketahui bersama, jumlah data dan informasi yang kita terima setiap harinya sangat banyak dan berlimpah. Jika tidak disederhanakan, hal itu akan menyulitkan audiens yang melihatnya. Banyak hal yang harus dilakukan untuk membuat tampilan slide yang menarik perhatian, salah satunya adalah menggunakan ikon. Aurora Harley (konsultan di Nielsen Norman Group) menyebutkan bahwa ikon adalah ide, obyek, atau perilaku yang divisualkan.Tujuannya, audiens memahami pesan lebih cepat dan mudah.

Contohnya, ikon dilarang merokok disimbolkan dengan gambar rokok yang ditumpuk dengan tanda stop, ini jauh lebih efisien daripada harus menuliskan kata “dilarang merokok” yang terdiri dari 2 kata, bahkan 15 huruf. Dalam penggunaannya, kita harus memilih format ikon infografis mana yang cocok. Anda akan menemukan format SVG dan PNG yang masing-masing mempunyai perbedaan tersendiri. Lalu apa bedanya? Kita bahas satu per satu agar Anda bisa memilih format ikon infografis yang tepat ya… silakan disimak sampai akhir.

1-PNG

PNG merupakan singkatan dari Portable Network Graphic. Ia seringkali dipakai untuk tampilan gambar di website, sehingga ada kata “network” di dalamnya. Kami beri tahu ciri-cirinya ya agar Anda bisa lebih memahami. Pertama, ia berformat image sehingga bersifat rasterize yang berarti punya batas maksimal ketika diperbesar. Tidak mengherankan ketika kita memperbesar melebihi batasnya, ia akan muncul pixelnya dan sedikit pecah.

Kedua, karena satuannya pixel, ukuran file relatif besar bahkan hampir sama dengan file JPG. Semakin banyak pixelnya, semakin besar pula ukuran filenya.

Ketiga, umumnya ia memiliki gambar yang tidak memiliki latar belakang. Anda tentu punya warna background sendiri dalam slide infografis. Gambar ini tidak akan menggangu warna Anda karena tidak akan muncul bentuk kotak seperti ketika menambahkan image biasa.

Keempat, ia minim edit. Karena berbentuk image, ia akan tampil seperti aslinya sehingga tidak bisa mengeditnya secara maksimal. Anda hanya bisa mengedit warna saturasinya saja seperti gambar di bawah ini:

Jadi, Anda bisa langsung mencari yang warna dan bentuknya sesuai ya. Tenang saja, karena tak perlu diedit lagi, slide Anda bisa selesai dalam waktu cepat, tinggal didownload dan diinsertkan saja ke dalamnya. Mudah bukan?

2- SVG

SVG merupakan singkatan dari Scalable Vector Graphic. Sesuai namanya, tentu kita tahu kalau format ini berjenis vektor. Lalu, apa ciri-cirinya? Pertama, karena disebut vektor, ia berformat shape atau rumus matematika yang divisualkan. Tentu tak asing lagi dengan shape ya? Seperti lingkaran, segitiga, kotak, garis, kurva dan lainnya. Nah, vektor ini merupakan gabungan dari beberapa shape yang divisualkan. Shape ini tidak memiliki pixel seperti PNG, sehingga ketika diperbesar sampai ukuran berapa pun, ia tidak akan pecah.

Kedua, karena bukan gambar, ukuran file relatif lebih kecil karena ia hanya visualisasi matematika.

Ketiga, sama halnya dengan PNG, ia pun tidak mempunyai latar belakang. Karena memang ikon berformat PNG atau SVG ini berupa gambar kecil untuk memperkuat pesan, sehingga ia lebih visual jika ditampilkan tanpa latar belakang.

Keempat, karena berupa shape, ia bisa diedit sesuai keinginan. Ia bisa di-ungroup dan diganti warnanya. Ini cocok bagi Anda yang ingin membuat ikon sendiri agar berbeda dari file asli yang sudah Anda download. Silakan dimodifikasi sekreatif mungkin sesuai keinginan dan pesan yang ingin disampaikan.

Jika ingin mencari ikon, kami merekomendasikan beberapa website terbaik mendownload ikon yang akan membantu Anda dalam memvisualkan infografis. Lalu, format mana yang harus dipilih? Nah, ini tergantung kebutuhan Anda. Semoga penjelasan di atas memudahkan Anda memilih format ikon infografis.

Berikut contoh penerapan ikon dalam slide infografis. Oh ya, kalau tadi Anda sudah memilih format ikon infografis PNG atau SVG, sekarang kami akan menjelaskan sedikit perbedaan antara image dan vektor seperti gambar di bawah ini:

Bagaimana teknik membuatnya? Kami akan melengkapi referensi Anda di tajuk Teknik membuat Ikon Slide Presentasi karya Pakar Slide Dhony Firmansyah. Semoga bisa meningkatkan skill mendesain infografis. Jika ingin praktek langsung bersama Kreasi Presentasi, silakan mengikuti pelatihan kami di workshop Amazing Slide Infographic. Kerjasama bisa dilakukan dengan Bu Isti di bit.ly/WA_KP.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan diisi sebelum komentar * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.