Menyusun Skrip Narasi Videografis

Dalam presentasi, pengemasan materi berbentuk visual menjadi kebutuhan bagi seorang presenter. Maka dari itu, seorang ahli presentasi selalu mengembangkan ilmunya sehingga menyampaikan materi pun dilakukan dalam bentuk videografis. Menanggapi kebutuhan tersebut, dipandang perlu untuk menyusun explainer video untuk mempresentasikan gagasan, produk, proposal, strategi, marketing, dan lainnya. Penjelasan lengkap tentang apa itu explainer video dan cara membuatnya dapat disimak dalam tajuk Teknik Membuat Explainer Video karya Pakar Slide Dhony Firmansyah. Maka dari itu, penting untuk menguasai tips menyusun skrip narasi videografis sebelum membuat explainer video.

Sebelum praktek membuat video dalam sebuah software, seorang desainer videografis perlu merancang ide dan narasinya. Kami merekomendasikan menggunakan powerpoint karena mudah untuk dipraktekkan. Nah, di sini kami ingin membahas tentang tips menyusun skrip narasi videografis yang harus Anda kuasai. Mengapa harus mempelajari tips menyusun skrip narasi videografis? karena infomasi yang disampaikan seringkali merupakan informasi yang detail sehingga gambar saja tidak cukup. Maka dari itu narasi dibuat untuk melengkapi informasi agar mudah dipahami.

Merangkum dari buku Amazing Slide Videographic, Ada dua jenis skrip narasi yang perlu Anda kuasai untuk memahami tips menyusun skrip narasi videografis. hal ini penting untuk dikuasai seorang presenter dan desainer grafis. Pertama, Skrip narator. Skrip ini dibuat dengan cara mengisi suara dalam videografis dalam bentuk audio. Hal ini bertujuan jika teks sudah terlampau banyak di video, maka dapat menggantinya dengan skrip narator. Teks yang terlalu banyak dalam video akan mengganggu visualisasi videografis itu sendiri. Maka dari itu usahakan menyusunnya sejelas mungkin agar tidak bertele-tele. Terdapat dua hal yang harus diperhatikan dalam membuat skrip narator yakni :

1- Narasi adalah story

Dalam menceritakan sebuah cerita, usahakan cerita tersebut mengalir sesuai urutan slide. Selain itu, gunakan kalimat yang utuh yakni terdiri dari subyek, predikat, obyek, dan keterangan. Terakhir, gunakanlah kalimat positif.

2- Perhatikan jeda dan intonasi

Sudah tau bedanya jeda dan intonasi kan ? yups betul, kalau jeda itu berhenti sejenak ketika Anda membaca sebuah kalimat. Usahakan mengatur jeda dengan baik agar narasi yang direkam pas dengan durasi video. Kalau intonasi itu tinggi rendahnya nada saat membaca kalimat. Ini penting untuk diperhatikan karena intonasi yang salah bisa jadi ambigu memaknainya. Maka dari itu perhatikan dengan teliti setiap koma dan titik dalam kalimat yang dibaca.

Ketika merekam audio tersebut, alangkah baiknya merekam audio per slide sehingga antara satu slide dengan slide lainnya mempunyai file yang berbeda, jangan dijadikan satu ya… misal, ada 5 slide powerpoint yang akan disusun menjadi videografis, maka rekaman skrip naratornya pun ada 5 juga. Mengapa harus begitu? Yup, hal itu bertujuan untuk memudahkan Anda ketika mengatur durasi slide. Selain itu, jika kita melafalkan semua kalimat yang akan tertuang dalam satu video, maka kalimat tersebut akan panjang dan rawan kecelakaan. Kecelakaan yang dimaksud adalah kesalahan kata, intonasi, keseleo lidah, ataupun suara bising dari luar. Jika Anda merekamnya sedikit-sedikit yakni 1 slide 1 narasi, hal itu akan mencegah kecelakaan yang terjadi.

Kedua, skrip video. Skrip ini dibuat dengan menampilkan teks singkat dalam videografis. Presentasi yang efektif dan efisien idealnya dapat menangkap informasi dalam waktu maksimal 3 detik per slidenya. Namun bukan berarti memaksakan singkat dengan memangkas kata kunci yang penting ya… tetap ingat 3 kuncinya yakni singkat, to the point, dan tidak ambigu. Bagaimana caranya ? caranya adalah reduksi. Mereduksi berarti mengurangi teks yang ada. Pastinya jenuh kan jika sebuah slide dipenuhi dengan teks? hal itu justru memakan waktu yang banyak untuk membacanya sampai tuntas. Yang perlu dilakukan adalah carilah kata kunci yang penting saja. Dengan begitu slide akan tampak sederhana dan terkesan ringan untuk dilihat.

Berikut adalah contoh explainer video tentang tips memilih video agar presentasi lebih bermakna. Skrip video dibuat dengan singkat, to the point, dan tidak ambigu. Pada detik terakhir terdapat rekaman audio agar tidak terlalu banyak menampilkan teks.

Nah, bagaimana? apakah Anda sudah cukup memahami tips menyusun skrip narasi videografis untuk presentasi Anda? silakan dipraktekkan ya untuk menciptakan video keren dan profesional. Kami yakin, gagasan yang tersampaikan dalam videografis tersebut akan mudah dipahami oleh Audiens. Izinkan Kreasi Presentasi memandu Anda untuk menyusun videografis dalam presentasi Anda, silakan menghubungi Bu Kuma di nomor 0857 3333 0407 untuk melakukan kerjasama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan diisi sebelum komentar * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.